PENGEMBANGAN MASYARAKAT 

Kajian Sosial

PENGEMBANGAN MASYARAKAT

Berdasarkan hasil identifikasi suku bangsa terhadap 25 desa yang berada di sekitar areal PT. DRT menunjukkan bahwa sebagian besar (68 % atau 17 desa) merupakan mayoritas suku Melayu. Sementara itu, sebesar 12 % atau 3 desa mayoritas adalah suku Jawa-Melayu, dan 8 % atau 2 desa (Labuhan Tangga Baru dan Bantayan Baru) mayoritas adalah warga transmigrasi dari Jawa. Terdapat 1 desa (4%) yang mayoritas penduduknya adalah suku Sunda, yaitu Desa Pematang Sikek. Sedangkan suku Jawa dan suku Batak-Jawa merupakan mayoritas penduduk di Desa Bagan Jawa.

Berdasarkan kajian Sudarno (1999) Tentang penduduk asli di Provinsi Riau (khususnya di Kabupaten Rokan Hilir), dapat diketahui bahwa tidak ada penduduk asli di Kabupaten Rokan Hilir dan Kota Dumai, yang berarti juga bahwa disekitar areal konsesi PT. DRT tidak ada penduduk asli.

Hasil Studi Diagnostik Desa Tahun 2000, yang dilakukan PT. DRT bekerjasama dengan Universitas Riau, diketahui bahwa tidak ditemukan penduduk asli seperti masyarakat primitif Suku Anak Dalam, Mentawai atau Orang Rimba. Pada awalnya, masyarakat suku melayu merupakan penduduk asli yang tinggal di tepi sungai atau pantai namun telah berkembang seperti masyarakat suku lainnya. Sejak dibuat jalan lintas darat Pekanbaru – Bagan Siapiapi (tahun 1994) masyarakat melayu yang tinggal di tepi sungai atau pantai tersebut secara bertahap pindah dan bertempat tinggal di tepi jalan baru tersebut. Hasil studi diagnostik tersebut juga menyatakan tidak adanya klaim tanah adat.

Sebaran Penduduk

Pada Tahun 2003 – 2004, beberapa desa disekitar areal PT. DRT mengalami pemekaran wilayah, antara lain desa Bantaian terbagi menjadi 3 desa. Desa Labuhan Tangga terbagi menjadi 4 desa, Desa Sungai Sialang terbagi menjadi 2 desa, Desa Raja Bejamu terbagi menjadi 2 desa. Setelah itu diikuti pula dengan pemekaran wilayah Kecamatan Rimba Melintang menjadi 2 kecamatan, sedangkan Bangko terbagi menjadi 2 kecamatan. Dengan demikian, hingga tahun 2018 terdapat 24 desa di 4 kecamatan sekitar areal konsesi PT. DRT yang terletak di Kabupaten Rokan Hilir dan 1 desa yang berada di Kota Dumai, yaitu desa batu teritip, kecamatan Sungai Sembilan.

Data BPS (Tahun 2018) menunjukkan bahwa jumlah penduduk pada 5 wilayah kecamatan yang berada di sekitar areal konsesi PT. DRT berjumlah ± 90.083 jiwa atau 21.684 KK. Jumlah penduduk tertinggi terletak di wilayah Kecamatan Bangko (53.040 jiwa atau 13.099 KK), sedangkan penduduk terendah terletak di Kecamatan Batu Hampar (9.661 jiwa atau 2.373 KK). Kepadatan penduduk Batu Hampar sebesar 136 jiwa/ km2 sedangkan Bangko hanya 31 jiwa /km2.

Berdasarkan posisi relatifnya, desa-desa sekitar areal PT. DRT terbagi dalam 2 kelompok. Kelompok pertama adalah desa-desa yang terletak di sebelah barat yaitu Teluk Pulau Hilir, Lenggadai Hulu, Lenggadai Hilir, Pematang Sikek, Bantayan, Bantayan Baru, Bantayan Hilir, Sungai Sialang, Sungai Sialang Hulu, Labuhan Tangga Kecil, Labuhan Tangga Besar, Labuhan Tangga Baru, Labuhan Tangga Hilir, Bagan Punak Meranti, Bagan Punak, Bagan Hulu, Bagan Timur, Bagan Jawa. Kelompok lainnya adalah desa-desa yang terletak di sebelah utara yaitu Parit Aman, Serusa, Sungai Nyamuk, Raja Bejamu, dan Sinaboi.

Populasi desa disekitar areal konsesi PT. DRT

No Desa / Desa administratif Jumlah KK Jumlah jiwa
Kecamatan Rimba Melintang    
1. Teluk Pulau Hilir 564 1.982
2. Lenggadai Hulu 933 3.771
3. Lenggadai Hilir 422 1.750
4. Pematang Sikek 705 2.587
Kecamatan Batu Hampar    
5. Bantayan 697 2.555
6. Bantayan Baru 591 2.175
7. Bantayan Hilir 412 2.077
8. Sungai Sialang 318 1.220
9. Sungai Sialang Hulu 355 1.634
Kecamatan Bangko    
10. Labuhan Tangga Kecil 629 2.244
11. Labuhan Tangga Besar 841 2.974
12. Labuhan Tangga Baru 500 2.171
13. Labuhan Tangga Hilir 668 2.573
14. Serusa 641 2.474
15. Bagan Punak Meranti 577 2.581
16. Bagan Punak 1.647 6.843
17. Bagan Hulu 2.705 11.973
18. Bangan Timur 2.347 9.024
19. Bagan Jawa 1.449 6.445
20. Parit Aman 1.095 3.738
Kecamatan Sinaboi    
21. Sungai Nyamuk 320 3.048
22. Raja Bejamu 1.279 4.940
23. Sungai Bakau 975 4.398
24. Sinaboi 592 2.532
Kecamatan Sungai Sembilan    
25. Batu Teritip 432 2.365
Jumlah 21.694 90.083

   Sumber : BPS (Kecamatan Dalam Angka, 2018)

Areal konsesi PT. DRT tidak hanya termasuk dalam wilayah Kabupaten Rokan Hilir tetapi juga termasuk dalam wilayah Kota Dumai.

Akses ke Desa

Desa-desa yang terdapat di bagian selatan PT. DRT terdapat di sepanjang jalan provinsi yang mengarah ke ibukota Kabupaten Rokan Hilir (Bagan Siapiapi).  Namun demikian, ada beberapa desa yang berjarak ± 3-4 km dari jalan ini yaitu desa Lenggadai Hulu dan Bantayan Baru.

Desa-desa di bagian utara PT. DRT terletak di pantai Timur Sumatra dimana kondisi desa-desa ini dipengaruhi oleh pasang surut air laut kecuali desa Bagan Punak, Bagan Hulu, Bagan Timur dan Bagan Jawa. Dengan demikian, akses melalui jalan darat ke desa-desa tersebut sangat sulit karena kondisi tanah (gambut) yang labil untuk konstruksi jalan. Kondisi jalan menuju desa ini sangat buruk dan sempit dan hanya dapat dilalui oleh sepeda motor. Sebelum akses darat dibuat, masyarakat biasa menggunakan akses laut untuk transportasi ke ibukota kabupaten dan desa-desa sekitarnya.

Desa Sinaboi adalah desa yang terletak paling utara dengan jarak ± 42 km dari kota Bagan Siapiapi. Desa terdekat ke Sinaboi adalah desa Sungai Bakau (sekitar 7 km) dan Raja Bejamu (sekitar 15 km).

Mata Pencaharian

Mata pencaharian atau sumber pendapatan masyarakat di sekitar areal konsesi  PBPH-HA PT. DRT dapat dikategorikan dalam beberapa kelompok, yaitu :

Mata pencaharian masyarakat di sekitar areal konsesi PT. DRT cukup bervariasi, mulai dari nelayan, petani, pedagang, buruh, dan PNS. Namun demikian, masyarakat suku Melayu Rokan Hilir sebagian besar mengantungkan hidup di bidang pertanian. Mereka menanam padi di lahan sawah. Jagung dan ubi juga menjadi tanaman utama, selain itu ada juga tanaman jenis sayur-sayuran dan buah-buahan. Bagi masyarakat suku Melayu yang tinggal di daerah pesisir, biasanya mereka berprofesi sebagai nelayan. Mereka menangkap ikan pada saat tertentu, tergantung kondisi alam yang sudah diprediksi/diperkirakan. Mata pencaharian nelayan dipengaruhi oleh pemukiman atau tempat tinggal mereka, terutama yang bermukim di dekat Sungai Rokan (yang tergolong sungai besar) dan Selat Malaka.

Situasi Pertanian Sebagai Sumber mata Pencaharian

Lebih dari 50% areal kerja PT DRT berada pada Kabupaten Rokan Hilir. Hampir 50 persen perekonomian di Kabupaten Rokan Hilir bersumber dari sektor pertanian , sehingga pembangunan bidang ekonomi dititik beratkan pada sektor pertanian guna mendorong dan menopang sektor industri dan sektor perdagangan serta sektor-sektor lainnya. Pembangunan sektor pertanian diarahkan untuk meningkatkan produksi pangan yaitu beras, palawija dan hortikultura. peningkatan produksi perkebunan lainnya melalui intensifikasi, ektensifikasi dan rehabilitasi tanaman perkebunan.

Pada tahun 2015 luas lahan di Kabupaten Rokan Hilir tercatat 888.142 ha, lahan yang dugunakan untuk perkebunan 381.298 ha (43,0 persen), tegal/kebun/ ladang/huma 64.427 ha (7,0 persen), pekarangan/lahan untuk bangunan dan halaman sekitarnya 353.183 ha (40,0 persen), rawa-rawa yang tidak diusahakan 0 (0,0 persen). tanaman kayu-kayuan 13.566 ha (2,0 persen), lahan yang sementara tidak diusahakan 18.496 ha (2,0 persen), sawah 29.236 ha (5,00 persen), padang rumput 128 ha (0,02 persen), kolam/empang seluas 0 ha (0,0 persen), dan sisanya seluas 27.825 ha (3,0 persen) digunakan untuk lain-lain.

Data tanaman pangan meliputi luas panen dan produksi tanaman bahan makanan, sayur-sayuran dan buah-buahan yang diperoleh dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Rokan hilir. Selama periode 2014 luas panen tanaman padi adalah 26.836 ha, yang terdiri dari padi sawah 12.836 ha dan padi ladang 14 ha. sedangkan produksinya 79.291 ton yang terdiri dari padi sawah 49.291 ton dan padi ladang 30,00 ton. Sedangkan luas panen tanaman pangan. Lainnya hanya 13,87 persen dari total luas panen tanaman pangan yaitu 1.782 ha dengan produksi 10.496 ton. Luas panen tanaman sayur-sayuran adalah 781 ha dengan produksi 1.570 ton, sedangkan produksi tanaman buah-buahan sebesar 11.896,59 ton.

Sebagian Areal kerja PT DRT berada pada wilayah admnistrasi Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai. Pada saat ini Kota Dumai kekurangan pasokan bahan pangan. Hanya 15% kebutuhan pangan penduduk Dumai dapat dipasok oleh sumber pangan lokal.

Perkebunan Kelapa Sawit

Masuknya beberapa perusahaan perkebunan kelapa sawit dan berdirinya pabrik di sekitar areal konsesi PT. DRT, seperti PT. Sindora Seraya telah mendorong masyarakat untuk ikut serta dalam melakukan budidaya tanaman kelapa sawit. Mata pencaharian dari budidaya sawit, secara tidak langsung telah memicu maraknya penanaman kelapa sawit secara masif di beberapa desa di sekitar areal konsesi PT. DRT. Maraknya pendatang dari wilayah Sumatera Utara dan adanya program transmigrasi dari pemerintah juga menjadi salah satu penyebab semakin banyaknya areal yang berubah fungsi menjadi kebun sawit.

Sebagian besar warga Lenggadai Hulu dan Bantaian Baru mendapatkan penghasilan dari perkebunan kelapa sawit. Kedua desa ini adalah desa transmigran tahun 1981 dan 1986.  Warga di kedua desa ini telah menanam sawit sejak tahun 1997/1998. Perkebunan kelapa sawit juga terdapat dalam skala kecil di desa Bantayan Hilir,  Bantayan, Sungai Sialang dan Teluk Pulau Hilir.

Luas areal perkebunan kelapa sawit milik masyarakat yang terluas adalah Kecamatan Rimba Mellintang 8.928,0 ha dengan produksi 25.839,0 ton  dan terkecil di Kecamatan Sinaboi 1.910,0 ha dengan produksi 2.527,93 ton (Rokan Hilir Dalam Angka, 2018).

Beberapa warga desa Bantayan, Bantayan Baru, dan Bantayan Hilir bekerja sebagai buruh di perkebunan dan pabrik kelapa sawit milik PT. Sindora Seraya.

Sektor jasa (buruh, pedagang, PNS, dan lain lain)

Pendapatan warga dari sektor jasa dan perdagangan sebagian besar terdapat di desa-desa yang dekat dengan Bagan Siapiapi, diantaranya adalah Bagan Jawa, Bagan Timur, Bagan Hulu, dan Bagan Punak. Di desa lain, hanya sebagian kecil warganya yang bekerja di sektor perdagangan dan jasa. Hanya sedikit toko yang menjual barang kebutuhan sehari-hari, sedangkan berdagang di pasar adalah aktifitas yang signifikan pada masyarakat lokal.

Mata pencaharian dari hasil hutan kayu dan non kayu

Di seluruh desa sekitar areal PT. DRT selalu ada sebagian kecil warga yang mencari nafkah dari hasil hutan khususnya kayu.  Biasanya warga mengambil kayu dalam bentuk papan untuk memenuhi kebutuhan warga di tiap desa.  Selain itu ada pula warga yang mengambil kayu dalam bentuk tiang dan pancang untuk bahan konstruksi rumah dan toko di Bagan Siapiapi. Tempat pengumpulan kayu untuk diproses menjadi papan dan bentuk-bentuk lain sebagian besar terdapat di luar areal konsesi PT. DRT. Membuat perahu merupakan salah satu keahlian masyarakat melayu Bagan yang telah berlangsung sejak lama. Jenis kayu untuk papan perahu tersebut umumnya dari jenis keras seperti kempas dan meranti batu.

Sarana Pendidikan dan Kesehatan

No.

Desa Kecamatan Sarana/Prasarana Pendidikan Sarana Kesehatan
TK SD SLTP SLTA Puskesmas Pembantu Tempat Praktek Dokter Tempat Praktek Bidan Poskesdes

1

Teluk Pulau Hilir

Rimba Melintang 1 2 0 1 1 0 2 0
2

Lenggadai Hulu

3

5 2 2 0 3 2

0

3

Lenggadai Hilir

1

1 0 0 0 0 0

0

4

Pematang Sikek

1

1 0 0 0 0 1

0

Jumlah

6 9 2 3 1 3 5

0

5

Bantayan

Batu Hampar

5

1 1 1 1 0 0

0

6

Bantayan Baru

2

1 0 0 1 0 1

0

7

Bantayan Hilir 1 1 1 0 1 0 4 0

8

Sungai Sialang

1

0 1 0 1 0 1

0

9

Sungai Sialang Hulu

1

1 0 0 0 0 0

0

Jumlah

10

4 3 1 4 0 6

0

10

Labuhan Tangga Kecil

Bangko

2

2 1 1 1 0 0

1

11

Labuhan Tangga Besar

2

2 1 1 1 0 0

0

12

Labuhan Tangga Baru

1

1 0 0 1 0 1

1

13

Labuhan Tangga Hilir

2

1 0 0 0 0 0

0

14

Serusa

1

1 1 0 1 0 0

1

15

Bagan Punak Meranti

1

1 1 2 1 0 3

1

16

Bagan Punak

0

2 0 0 0 0 1

0

17

Bagan Hulu

2

6 0 1 0 0 0

0

18

Bagan Timur

7

5 4 3 0 3 3

10

19

Bagan Jawa

3

5 1 0 1 0 0

0

20

Parit Aman

1

2 0 0 0 0 0

1

Jumlah

23

28 9 8 5 3 8

14

21

Sungai Nyamuk

Sinaboi

0

1 0 0 0 1 0

0

22

Raja Bejamu

1

3 0 0 1 0 0

0

23

Sungai Bakau

0

3 0 0 0 0 0

0

24

Sinaboi

1

2 3 0 1 1 0

0

Jumlah

2

9 3 0 2 2 0

0

25

Batu Teritip

Sungai Sembilan

1

3 1 0 2 0 2

1

Jumlah

1

3 1 0 2 0 2

1

TOTAL

42

53 18 12 14 8 21

15

Sumber : BPS (Kecamatan Dalam Angka, 2018)

 

Jumlah Sarana dan Prasarana Perekonomian

No.

Desa Kecamatan Sarana dan Prasarana Perekonomian

Super

market

Mini

market

Warung Kelontong Warung/          Kedai Makan Penjual Pulsa Pasar

Hotel/        Penginapan

1

Teluk Pulau Hilir Rimba Melintang 0 2 9 3 3 1 0

2

Lenggadai Hulu 0 1 8 2 5 1 0

3

Lenggadai Hilir 1 1 7 2 2 0 0

4

Pematang Sikek 1 1 15 0 4 0 0

Jumlah

2 5 39 7 14 2 0

5

Bantayan Batu Hampar 1 1 6 4 6 1 0

6

Bantayan Baru 0 0 14 1 6 0 0

7

Bantayan Hilir 0 0 16 1 0 0 0

8

Sungai Sialang 0 0 9 21 6 0 0

9

Sungai Sialang Hulu 0 0 16 2 3 4 0

Jumlah

1 1 61 29 21 1 0

10

Labuhan Tangga Kecil Bangko 0 1 26 3 4 1 0

11

Labuhan Tangga Besar 0 0 25 3 3 1 0

12

Labuhan Tangga Baru 0 0 8 4 6 0 0

13

Labuhan Tangga Hilir 0 0 64 0 3 0 0

14

Serusa 0 1 7 2 3 0 0

15

Bagan Punak Meranti 0 2 10 10 6 0 1

16

Bagan Punak 0 1 20 0 5 0 0

17

Bagan Hulu 0 0 140 6 5 2 0

18

Bagan Timur 0 3 130 5 4 1 3
19 Bagan Jawa 0 0 75 4 1 1 0
20 Parit Aman 0 0 16 3 0 3 0
Jumlah 0 7 521 40 40 9 4
21 Sungai Nyamuk Sinaboi 0 0 88 9 14 1 0
22 Raja Bejamu 0 0 5 4 30 0 0
23 Sungai Bakau 0 1 0 10 45 1 3
24 Sinaboi 0 0 23 3 4 1 0
Jumlah 0 1 116 26 93 3 3
25 Batu Teritip Sungai Sembilan 0 0 tidak ada data 0 tidak ada data 0 0
Jumlah 0 0 0 0 0 0 0
TOTAL 3 14 737 102 168 15 7

Sumber : BPS (Kecamatan Dalam Angka, 2018)

 

adminPengembangan Masyarakat